Tak terucap

Di dalam ruangan yang hampir dipenuhi cahaya matahari pagi itu, ada yang sedang duduk terdiam melihat ke arah cahaya Dengan sebuah tatapan penuh harapan dan kesedihan.

Hening sekali, namun diamnya kala itu berisik. Menanyakan banyak hal tentang apa-apa yang terjadi pada diri sendiri.

Ku tanya pada diri kenapa? terdiam seolah tidak terjadi apa-apa.

Kenapa tidak bersuara seperti kebanyakan orang? Yang dengan mudahnya mengutarakan apa yang dirasa.

Setidaknya menjelaskan bahwa kamu terluka olehnya. Sikapnya sangat melukai perasaan dan ini mungkin puncak dari rasa sakit itu sampai di mana sulit untuk berucap atas apa yang menimpa bahkan untuk menangis pun sulit.

Hanya merenung dan berpikir, kenapa bisa terjadi? Kenapa seseorang bisa setega itu? Kenapa bisa sesakit ini? Aku tidak terima dengan sikapnya.

Kesedihan demi kesedihan memang kerap kali terjadi. Ingin rasanya menyalahkan keadaan. Tapi untuk apa! Karena sudah terjadi dan ini adalah kehendak Allah Subhanawlalhu Wataala

Untuk apa berlarut larut dalam kesedihan. Berpikir sekaras apapun itu Tidak akan mengubah atas apa yang telah terjadi. Terima saja. Maafkan, jadikan sebuah pembelajaran dan berdamailah dengan diri sendiri.

Seribu tanya yang dilontarkan pada diri sendiri akan terjawab pada waktunya.

9 tanggapan untuk “Tak terucap

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web Anda di WordPress.com
Mulai
%d blogger menyukai ini: